Anda mencari tempat tinggal? Atau tempat usaha? Klik www.properti99.com
Cara-cara memelihara kambing yang saat ini banyak dilakukan oleh masyarakat pedesaan ternyata kurang menguntungkan. Pemberian pakan hanya sekadarnya saja, bahkan tidak jarang kita jumpai kambing itu dilepas begitu saja untuk mencari makan sendiri serta pembuatan kandang yang kurang memenuhi persyaratan. Cara beternak kambing secara tradisional yang seperti ini harus ditinggalkan. Berikut ini adalah cara-cara beternak kambing secara intensif.
Cara-cara memelihara kambing yang saat ini banyak dilakukan oleh masyarakat pedesaan ternyata kurang menguntungkan. Pemberian pakan hanya sekadarnya saja, bahkan tidak jarang kita jumpai kambing itu dilepas begitu saja untuk mencari makan sendiri serta pembuatan kandang yang kurang memenuhi persyaratan. Cara beternak kambing secara tradisional yang seperti ini harus ditinggalkan. Berikut ini adalah cara-cara beternak kambing secara intensif.
1. Pembuatan kandang
Kandang yang sesuai untuk melakukan pemeliharaan kambing secara
intensif sebaiknya dibuat dengan menggunakan sistem panggung. Luas
kandang yang ideal untuk seekor kambing adalah 1 meter persegi. Agar
kambing terlindung dari hujan dan cuaca buruk, maka kandang itu perlu
diberi atap dan tutup samping agar kambing tidak dapat bebas
berkeliaran. Setelah kandang selesai dibuat, langkah selanjutnya yaitu
mensterilkannya agar bebas kuman.
2. Pengadaan kambing
Kambing yang akan digemukkan dan dibudidayakan sebaiknya didatangkan
dari peternakan yang sudah terpantau kesehatannya dan berkualitas baik.
Pemilihan kambing dapat dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai
berikut.
a. Tidak terserang penyakit dan tidak cacat tubuh
b. Berumur antara 1,5-2 tahun
c. Memiliki garis punggung lurus
d. Tumitnya tinggi
e. Tubuhnya berpenampilan gagah dan lincah.
Setelah kambing tiba di kandang, kemudian diberikan vitamin selama 2
minggu untuk menghilangkan stres yang dialami selama dalam perjalanan.
3. Pemberian pakan
Pakan yang diberikan dapat terdiri dari konsentrat dan dedak dengan
perbandingan 1: 3 atau penggabungan beberapa bahan pakan dengan
perbandingan dedak sebanyak 50%, bungkil kelapa 25%, tepung jagung 15%,
bungkil kacang tanah 8%, garam dapur 1%, tepung tulang 0,5% dan kapur
0,5% Sebagai pakan tambahan kepada kambing dapat diberikan rumput
rumput, seperti: rumput gajah, rumput setaria, rumput benggala, rumput
raja dan rumput alam dan dedaunan, seperti daun lamtoro, daun turi, daun
gamal, daun kacang dan daun kaliandra. Pakan tambahan itu dapat
diberikan sebanyak 15 – 20% dari berat badan kambing.
Untuk memacu pertumbuhan berat badan, dapat diberikan growth
stimulant (GS) berupa Bio-N-Plus. Bahan ini mengandung premix vitamin
dan premix mineral yang merupakan campuran dari berbagai vitamin dan
mineral mikro yang digunakan dalam ransum pakan (sebesar 0,5%).
4. Pembuatan meter lingkar dada
Meter lingkar dada dibuat untuk mengetahui berat badan kambing yang
memakai rumus (X + 22) kuadrat/100. Sebagai contoh lingkar dada seekor
kambing 40 cm = X, maka berat badan kambing tersebut adalah (40+22)
kuadrat dibagi 100 sama dengan 38,44 kg. www.properti99.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar